Earth Hour - beri waktu untuk Bumi

Posted by the Youth Corner

Sungguh bulan Maret 2009 ini merupakan bulan yang 'padat'. Tak hanya hari Raya umat Hindu yang berentetan dalam satu bulan ini, namun beberapa peringatan untuk bumi dan lingkungan pun dirayakan beriringan. Dimulai dari tanggal 21 Maret yang diperingati sebagai Wold Silent Day, 22 Maret Hari Air Sedunia, 23 Maret Hari Meteorologi Sedunia, 28 Maret Earth Hour, dan 22 April diperingati sebagai earth day atau Hari Bumi.

Denpasar (Bali Post) - SMA Dwijendra sejak dipimpin Kepala Sekolah Ida Bagus Alit Bajra Manuaba, S.Pd., menunjukkan prestasi yang kian meningkat. Buktinya, pada penerimaan calon siswa baru tahun ajaran ini, SMA Dwijendra, Kamis (9/7) kemarin dibanjiri calon siswa baru.

Jumlah yang terdaftar mencapai 650 orang, sementara kapasitas gedungnya hanya untuk 360 siswa. ''Ini berarti hampir 50 persen harus kami tolak,'' ujar Ida Bagus Alit Bajra Manuaba. Ia bersama dewan guru kemarin tampak sibuk mengatur berjubelnya calon siswa baru yang mendaftar ke sekolah ini. Namun berkali-kali ia mengatakan kepada orangtua siswa, mohon maaf jika nanti tak bisa diterima karena keterbatasan kapasitas. Bahkan ia menyarankan agar siswa memilih SMK Dwijendra yang membuka program TI.

Ia mengatakan siswa baru yang mendaftar mulai Kamis kemarin wajib mengikuti seleksi lewat nilai UN dan nilai rapor. Ini berarti sekitar empat ratus peserta harus sabar antre menunggu diterima lewat seleksi. Sebab, sekitar 200 siswa sejak awal sudah menentukan pilihan di sekolah ini dengan membayar biaya administrasi.

Di sisi lain ia bersyukur dengan model ini SMA Dwijendra mampu menjaring siswa unggulan. Dengan PBM berkualitas dan guru profesional, siswa yang inputnya cukup bagus ini akan dipoles sungguh-sungguh untuk menjadi SDM berkualitas.

Ida Bagus Alit Bajra Manuaba mengucapkan terima kasihnya kepada masyarakat atas kepercayaan menentukan pilihan utama ke SMA Dwijendra Denpasar. Ia akan membentuk empat kelas unggulan di kelas I. Kelas unggulan ini akan diseleksi lewat tes khusus, digabung dengan nilai rapor dan UN. Enaknya, siswa kelas unggulan ini tak dikenakan biaya tambahan karena memakai sistem subsidi silang bagi siswa pintar.

Kelas unggulan tiap tingkatan ini, kata dia, dipakai cikal bakal mengukir prestasi di akademis dan non-akademis. ''Ini sudah terbukti dengan prestasi yang diraih SMA Dwijendra di Porsenijar dan olimpiade,'' ujarnya.

Ia menambahkan siswa baru di sekolah ini hanya dikenakan biaya pemeliharaan gedung, MOS, tirtayatra dan pawintenan Rp 1.705.000, sedangkan alumni SMP Dwijendra diberi keringanan Rp 1.155.000. Di samping itu SMA Dwijendra yang lulus 100 persen tahun ini juga menerima siswa dari KK miskin.

Sumber [Bali Post]

Blog Widget by LinkWithin

    YM'an yuks

    Chit Chat

    Name :
    Web URL :
    Message :
    :) :( :D :p :(( :)) :x

    Upcoming Events

    Bale Bengong

    Skuls & Kampus

    Info Beasiswa

    Friends & Networks

    Info Lomba